LANGKAH-LANGKAH STUDI KASUS

 

Proses dan Langkah-Langkah Penanganan Kasus Melalui Metode Studi Kasus

  • Mengenali Gejala

Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mengamati adanya suatu gejala, gejala itu mungkin ditemukan atau diperoleh dengan beberapa cara yaitu :

  1. Konselor sekolah menemukan sendiri gejala itu pada siswa yang mempunyai masalah.
  2. Guru mata pelajaran memberikan informasi adanya siswa yang bermasalah kepada Konselor sekolah.
  3. Wali kelas meminta bantuan Konselor sekolah untuk menangani seseorang siswa yang bermasalah berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak lain, seperti siswa, para guru ataupun pihak tata usaha.
  • Mendiskripsikan Kasus

Setelah gejala itu dipahami oleh Konselor sekolah, kemudian dibuatkan deskripsi kasusnya secara objektif, sederhana, tetapi cukup jelas.

  • Menentukan Bidang-Bidang Bimbingan

Setelah deskripsinya dibuat, yang dipelajari lebih lanjut adalah aspek ataupun bidang-bidang masalah yang mungkin dapat ditemukan dalam deskripsi itu. Kemudian ditentukan jenis masalahnya, apakah menyangkut masalah pribadi, sosial, belajar, karier, kehidupan berkarya atau kehidupan beragama.

  • Membuat Perincian Kasus

Jenis masalah yang sudah dikelompokkkan itu dijabarkan dengan cara mengembangkan ide-ide atau konsep-konsep menjadi lebih rinci, agar lebih mudah memahami permasalahannya secara cermat. Adanya jabaran masalah yang lebih terrinci itu dapat membantu Konselor sekolah untuk membuat perkiraan kemungkinan sumber penyebab masalah itu muncul.

  • Memperkirakan sebab

Perkiraan kemungkinan sumber penyebab, akan membantu kita menjelajahi jenis informasi yang dikumpulkan, sumber informasi yang perlu dikumpulkan, dan teknik atau alat yang digunakan dalam pengumpulan informasi atau data. Langkah pengumpulan data itu terutama melihat jenis informasi atau data yang diperlukan seperti kemampuan akademik, sikap atau kepribadian, bakat, minat. Data ini bisa didapat melalui teknik tes maupun nontes,

Selanjutnya dibuat perkiraan kemungkinan akibat yang timbul apabila kasus itu tidak ditangani dan jenis bantuan yang dapat diberikan merupakan langkah penting, agar kita dapat menjajaki kemungkinan memberikan bantuan. Apakah bantuan langsung ditangani oleh Konselor sekolah atau perlu konferensi kasus ataupun alih tangan kasus.

  • Memberikan Bantuan

Dengan berakhirnya pengumpulan data maka langkah yang selanjutnya akan diambil oleh peneliti adalah melakukan kegiatan konseling atau pemberian bantuan (terapi).  Dengan menggunakan  pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan jenis masalah.

  • Kegiatan Evaluasi

Kegiatan evaluasi adalah merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menilai seberapa jauh keefektifan penerapan teori konseling dalam mengatasi kasus yang dialami oleh siswa atau konseli.

  • Tindak Lanjut/ Follow Up

Langkah follow-up atau tindak lanjut adalah langkah yang akan diambil, apabila dalam penanganan kasus masih belum tercapai hasil yang maksimal dan belum mengalami perubahan yang berarti. Langkah ini dilakukan apabila peneliti dan konselor tidak mampu menangani masalahnya atau permasalahan siswa memiliki rentetan dan komplikasi dengan masalah yang lainnya. Terhadap kasus yang telah dicapai adanya perubahan yang signifikan, maka ada upaya untuk terus mempoertahankan hasil tersebut, yang selanjutnya perlu untuk ditingkatkan pencapaian hasilnya yang lebih baik. Pada kasus yang tidak mampu atau diluar kewenangan Konselor sekolah, maka diadakan konferensi kasus atau alih tangan kasus kepada tenaga- tenaga ahli yang kompeten terhadap kasus siswa atau konseli. 

Proses dan Langkah-Langkah Penanganan Kasus Melalui Metode Studi Kasus

·         Mengenali Gejala

Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mengamati adanya suatu gejala, gejala itu mungkin ditemukan atau diperoleh dengan beberapa cara yaitu :

1.      Konselor sekolah menemukan sendiri gejala itu pada siswa yang mempunyai masalah.

2.      Guru mata pelajaran memberikan informasi adanya siswa yang bermasalah kepada Konselor sekolah.

3.      Wali kelas meminta bantuan Konselor sekolah untuk menangani seseorang siswa yang bermasalah berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak lain, seperti siswa, para guru ataupun pihak tata usaha.

·         Mendiskripsikan Kasus

Setelah gejala itu dipahami oleh Konselor sekolah, kemudian dibuatkan deskripsi kasusnya secara objektif, sederhana, tetapi cukup jelas.

·         Menentukan Bidang-Bidang Bimbingan

Setelah deskripsinya dibuat, yang dipelajari lebih lanjut adalah aspek ataupun bidang-bidang masalah yang mungkin dapat ditemukan dalam deskripsi itu. Kemudian ditentukan jenis masalahnya, apakah menyangkut masalah pribadi, sosial, belajar, karier, kehidupan berkarya atau kehidupan beragama.

·         Membuat Perincian Kasus

Jenis masalah yang sudah dikelompokkkan itu dijabarkan dengan cara mengembangkan ide-ide atau konsep-konsep menjadi lebih rinci, agar lebih mudah memahami permasalahannya secara cermat. Adanya jabaran masalah yang lebih terrinci itu dapat membantu Konselor sekolah untuk membuat perkiraan kemungkinan sumber penyebab masalah itu muncul.

·         Memperkirakan sebab

Perkiraan kemungkinan sumber penyebab, akan membantu kita menjelajahi jenis informasi yang dikumpulkan, sumber informasi yang perlu dikumpulkan, dan teknik atau alat yang digunakan dalam pengumpulan informasi atau data. Langkah pengumpulan data itu terutama melihat jenis informasi atau data yang diperlukan seperti kemampuan akademik, sikap atau kepribadian, bakat, minat. Data ini bisa didapat melalui teknik tes maupun nontes,

Selanjutnya dibuat perkiraan kemungkinan akibat yang timbul apabila kasus itu tidak ditangani dan jenis bantuan yang dapat diberikan merupakan langkah penting, agar kita dapat menjajaki kemungkinan memberikan bantuan. Apakah bantuan langsung ditangani oleh Konselor sekolah atau perlu konferensi kasus ataupun alih tangan kasus.

·         Memberikan Bantuan

Dengan berakhirnya pengumpulan data maka langkah yang selanjutnya akan diambil oleh peneliti adalah melakukan kegiatan konseling atau pemberian bantuan (terapi).  Dengan menggunakan  pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan jenis masalah.

·         Kegiatan Evaluasi

Kegiatan evaluasi adalah merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menilai seberapa jauh keefektifan penerapan teori konseling dalam mengatasi kasus yang dialami oleh siswa atau konseli.

·         Tindak Lanjut/ Follow Up

Langkah follow-up atau tindak lanjut adalah langkah yang akan diambil, apabila dalam penanganan kasus masih belum tercapai hasil yang maksimal dan belum mengalami perubahan yang berarti. Langkah ini dilakukan apabila peneliti dan konselor tidak mampu menangani masalahnya atau permasalahan siswa memiliki rentetan dan komplikasi dengan masalah yang lainnya. Terhadap kasus yang telah dicapai adanya perubahan yang signifikan, maka ada upaya untuk terus mempoertahankan hasil tersebut, yang selanjutnya perlu untuk ditingkatkan pencapaian hasilnya yang lebih baik. Pada kasus yang tidak mampu atau diluar kewenangan Konselor sekolah, maka diadakan konferensi kasus atau alih tangan kasus kepada tenaga- tenaga ahli yang kompeten terhadap kasus siswa atau konseli.

About these ads

Tentang sarbudin

ibu kandung St. Sah isteri sari rahmawati
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s